Manfaat, Risiko, dan Ideas Aman Berhubungan Seks Saat Haid • Hey Sehat

Bagi sebagian orang, berhubungan seks saat haid ditakutkan karena masih dianggap tabu. Namun ternyata, ada banyak fakta menarik seputar berhubungan seks saat haid yang mungkin belum banyak diketahui. Daripada hanya menerka-menerka, berikut hal-hal yang perlu Anda tahu seputar seks saat haid.

Manfat berhubungan seks saat haid

seks menurunkan kolesterol

Bercinta punya banyak manfaat buat kesehatan. Begitu pula jika berhubungan intim dilakukan saat haid. Namun, manfaat yang bisa Anda dapatkan mungkin sedikit berbeda.

Meringankan kram

Perut kram adalah gejala PMS langganan kebanyakan wanita yang sedang haid. Kram muncul karena rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisannya.

Nah, fakta di lapangan menyebut orgasme bisa meringankan kram saat haid. Ini karena rahim juga ikut berkontraksi saat seks untuk merontokkan jaringannya. Namun, Anda tidak akan merasakan sakit yang seperti biasanya karena pikiran sedang terdistraksi oleh nikmatnya seks.

Di saat bersamaan, seks memicu otak mengeluarkan hormon endorfin. Endorfin adalah hormon pemberi rasa bahagia yang bisa mengalihkan pikiran dari sakit sedang yang dirasakan.

Haid lebih singkat

Ketika Anda rutin berhubungan seks saat sedang haid, otot rahim akan lebih sering berkontraksi. Kontraksi rahim khususnya akan sangat intens saat orgasme.

Kondisi ini membuat jaringan lapisan rahim bisa lebih cepat luruh karena terus dirangsang untuk lepas. Alhasil haid Anda yang biasanya lama jadi selesai lebih cepat dari biasanya.

Meringankan sakit kepala

Salah satu gejala yang kerap muncul saat sedang menstruasi adalah sakit kepala. Nah, berhubungan seks dapat membantu meringankan sakit kepala saat Anda haid.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian terbitan The Journal of Headache and Ache. Wanita haid yang mengalami migrain melaporkan sakit kepalanya terasa lebih ringan setelah berhubungan seks.

Meski tidak begitu jelas hubungannya, endorfinlah yang diduga berperan kuat dalam hal ini.

Seks tidak terasa sakit

Kunci seks yang nikmat tanpa rasa sakit adalah bantuan pelumas pada vagina. Ketika vagina sudah cukup “basah”, penis akan lebih mudah masuk tanpa menimbulkan rasa kesat atau sakit.

Saat haid, darah bisa jadi pelumas alami vagina yang membuat space sekitarnya menjadi lebih licin.

Risiko berhubungan seks saat haid

terkena penyakit kelamin

Namun di samping manfaatnya, berhubungan seks saat haid juga punya risiko yang tak bisa diabaikan.

1. Risiko penularan penyakit

Berhubungan saat haid dengan melupakan prinsip seks yang aman dapat membuat Anda lebih berisiko  terkena dan menularkan infeksi.

Penyakit menular seksual yang berkaitan dengan haid adalah jenis yang ditularkan melalui darah, seperti HIV dan hepatitis.  Dua jenis virus tersebut dapat hidup dalam cairan tubuh, baik itu darah maupun cairan alami vagina dan penis.

Jika Anda tidak punya penyakit ini tapi pasangan Anda positif, Anda berisiko tertular penyakit darinya jika berhubungan seks selama masa haid tanpa kondom. Ini karena leher rahim Anda akan terbuka sedikit selama masa haid, yang memungkinkan virus untuk melewatinya.

Selain itu, kadar pH vagina selama haid akan lebih tinggi dari darah yang membuat kuman penyakit berkembang biak lebih cepat.

Sebaliknya jika Anda yang positif tapi pasangan sehat, ia pun bisa tertular penyakit dari Anda. Virus bisa menyebar melalui kontak dengan darah haid yang sudah terinfeksi.

Jalur penularan infeksi menular seksual dari hubungan seks saat menstruasi pun bisa lewat oral, vagina, anal, atau anal. Oleh karena itu, selalu gunakan kondom saat berhubungan seks agar tetap aman dan minim risiko. Kondom membantu melindungi diri dan mencegah penularan infeksi menular seksual lewat darah atau cairan tubuh lainnya.

2. Mengotori ranjang

Selain berisiko menularkan infeksi, seks saat haid akan lebih merepotkan dari biasanya. Pasalnya, darah bisa mengotori kasur, seprai, selimut, hingga mengenai badan pasangan. Apalagi jika Anda berhubungan saat darah haid sedang deras-derasnya.

Banyak orang menghindari berhubungan seks saat haid karena merasa cemas akan darah haid yang bercecer kemana-mana. Hal ini nantinya bisa membuat seks menjadi kurang nikmat.

Apakah berhubungan seks saat haid bisa bikin hamil?

perut berbulu saat hamil

Mungkin Anda bertanya-tanya bisakah hamil ketika berhubungan seks saat haid? Jawabannya bisa saja. Namun, kemungkinannya memang kecil.

Anda akan berpeluang sangat tinggi untuk hamil jika berhubungan seks di masa ovulasi. Ovulasi biasanya terjadi di pertengahan siklus, yaitu sekitar 2 minggu sebelum haid dimulai. Ketika sudah haid, artinya ovulasi sudaj selesai.

Namun, panjang siklus tiap wanita berbeda dan bisa berubah tiap bulannya. Maka kemungkinan untuk hamil tidak bisa sepenuhnya diprediksi. Akan tetap ada kemungkinan untuk bisa hamil dari berhubungan seks saat haid, sehingga Anda masih perlu berhati-hati.

Sperma yang telah masuk ke dalam tubuh juga bisa tetap hidup selama kurang lebih tujuh hari. Jika Anda misalnya memiliki siklus paling pendek yaitu 21 hari dan mengalami ovulasi setelah selesai haid, kemungkinan hamil lebih tinggi. Pasalnya, ada kemungkinan sel telur akan keluar saat sperma masih ada di dalam saluran reproduksi Anda.

Ideas berhubungan seks saat haid

posisi seks

Agar seks saat haid lebih nikmat dan Anda serta pasangan terhindar dari masalah yang tidak diinginkan, berikut tips-tipsnya:

Lepas tampon terlebih dahulu

Untuk Anda pengguna tampon, jangan lupa untuk melepasnya sebelum berhubungan seks saat haid. Tampon yang lupa dilepas bisa terdorong hingga jauh ke dalam vagina. Hal ini bisa membuat Anda sulit untuk mengeluarkannya.

Jika tampon bersarang terlalu lama di dalam tubuh, Anda berisiko mengalami berbagai masalah mulai dari keputihan irregular hingga infeksi. Selain itu, Anda juga butuh bantuan dokter untuk mengeluarkannya.

Pilihlah waktu saat haid tak terlalu deras

Berhubungan seks saat haid perlu beberapa strategi. Salah satunya agar seks menjadi lebih nyaman, usahakan untuk melakukannya saat aliran darah haid mulai sedikit.

Anda bisa melaukannya di hari-hari menuju akhir sehingga seks tak akan mengotori tempat tidur. Selain itu, Anda juga tak akan merasa waswas perihal darah haid yang mungkin berantakan.

Alasi kasur

Menggunakan alas kasur membantu menjaga tempat tidur tetap bersih dan bebas dari noda darah. Gunakan alas kasur seperti perlak yang bisa menahan cairan agar tidak merembes ke kasur. Siapkan juga tisu di dekat Anda supaya mudah diambil kapan pun dibutuhkan untuk menyeka darah atau cairan sperma yang keluar.

Pilih posisi seks yang nyaman

Posisi seks misionaris adalah posisi dimana laki-laki berada di atas dan perempuan di bawah. Posisi ini bisa dijadikan pilihan untuk membantu mengurangi aliran darah yang keluar saat berhubungan ketika haid.

Namun, Anda juga perlu membatasi diri agar tidak melakukan penetrasi terlalu dalam. Pasalnya, penetrasi yang terlalu dalam bisa mengenai serviks. Ini karena posisi serviks lebih rendah dan lebih sensitif saat haid.

Jangan sungkan untuk menyampaikan pada pasangan saat seks mulai terasa sakit atau tidak mengenakkan. Jika masih bisa dilanjutkan, minta pasangan untuk bergerak perlahan.

Mencoba varian seks yang lain

Seks tak melulu harus melalui vaginal, oral, atau anal. Anda juga bisa melakukan kegiatan seks lain seperti bermesraan, berciuman, atau berpelukan. Anda juga bisa membuat pasangan terangsang dengan memainkan penisnya.

Selain itu, cara lain yang bisa dicoba yaitu berhubungan seks sembari mandi. Artinya Anda dan pasangan mandi bersama sambil bermesraan tanpa khawatir mengotori kasur. Jika Anda memiliki bathtub tub, Anda bisa berendam bersama untuk tetap merasakan nikmatnya bercinta.

Menggunakan kondom

Kondom menjadi salah satu barang yang sebaiknya digunakan saat berhubungan baik sedang haid atau tidak. Pasalnya, kondom cukup bisa melindungi Anda dan pasangan dari risiko infeksi menular seksual.

Agar efektif, Anda  dan pasangan perlu tahu cara menggunakan kondom dengan benar. Pastikan membeli produk yang sesuai ukuran, tidak terlalu kecil atau terlalu besar. Kemudian, pakai sesuai petunjuk yang tertera di kemasan.

Baca Juga:

Leave a Comment