5 Suggestions Jitu dan Mudah Mengajari Anak Mengatur Waktu

Seiring bertambahnya usia anak, ia harus mampu mengatur waktu. Kemampuan ini perlu dilatih sejak kecil agar segala sesuatu dapat berjalan dengan baik. Anda tidak perlu khawatir, lihat beberapa cara mengajari anak agar dapat mengatur waktunya dengan baik di kemudian hari.

Suggestions mengajari anak mengatur waktu

Semakin besar, anak akan dihadapkan berbagai kegiatan, baik itu di rumah maupun sekolah. Agar semua kegiatannya dapat dilakukan dengan baik, Anda perlu mengajari anak mengatur waktu.

Dengan begitu, baik kegiatan satu dengan yang lainnya tidak akan saling bentrok atau membuatnya keteteran.

Pandai mengatur waktu, juga mengajarkan anak Anda untuk hidup disiplin. Dilansir dari laman Children Well being, anak usia Four tahun sudah mulai menunjukkan sikap mandiri dan bisa mengorganisasikan sesuatu.

Ia sudah merasa mampu sesuatu mengandalkan kemampuannya sendiri. Pada usia itulah, Anda sudah bisa mulai mengajarkan anak untuk mengatur waktu menjalani kegiatannya sehari-hari.

Misalnya, makan sendiri, membereskan mainan, mandi, dan aktivitas lainnya. Selanjutnya, Anda dapat membiasakan anak untuk menjalani berbagai kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Berikut ada beberapa ideas yang bisa Anda ikuti untuk mengajari kemampuan mengatur waktu pada anak.

1. Buat jadwal kegiatan

Untuk mengajari anak mengatur waktu, ajaklah ia untuk membuat jadwal kegiatan. Hal ini akan membantu anak lebih terarah dalam menjalani kegiatannya pada hari itu.

Awali dengan jadwal kegiatan sederhana, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur. Lengkapi jadwal tersebut dengan waktu supaya anak paham kapan ia harus memulai aktivitas sebelum beralih ke aktivitas lainnya.

Ajak anak untuk membuat jadwal kegiatan dengan alat tulis yang ia punya, agar lebih menyenangkan. Kemudian, tempelkan jadwal di tempat yang mudah dilihat.

2. Jangan lupa sediakan waktu luang

Mengajari anak mengatur waktu bukan berarti memenuhi seluruh waktu di hari itu dengan setumpuk kegiatan.

Saat membuat jadwal, pastikan ia juga membuat jadwal untuk waktu luang atau waktu bebasnya.

Waktu ini bisa dimanfaatkan anak untuk bermain sendiri, tidur, atau melakukan sesuatu yang ia sukai. Dengan begitu, anak tidak akan merasa terbebani dan terkekang mengikuti jadwal yang ia buat.

anak main sendiri

3. Beri hadiah sebagai motivasi

Agar anak bisa mengatur waktu, ia harus terbiasa dengan jadwal kegiatan yang ia buat. Ajak anak untuk menandai kegiatan yang ia buat dengan coretan atau ceklis.

Tujuannya, agar si kecil paham apa saja kegiatannya di hari itu dan berhasil melakukannya dengan baik.

Jika, si kecil mulai melanggar jadwal, Anda boleh mengingatkannya dengan lembut, seperti, “Ayo, waktu bermainnya sudah habis. Sekarang waktunya mandi, lho…” atau “Wah, sudah jam Four sore, waktunya apa ya, Dek, sekarang?”

Untuk menambah motivasi anak saat mengajari mengatur waktu, Anda juga bisa memberinya hadiah atau pujian. Namun, jangan berlebihan karena ini bertujuan untuk memotivasi anak, bukan memanjakannya.

4. Jangan biarkan overschedule

Kesalahan yang umum yang dilakukan orangtua ketika mengajari anak mengatur waktu adalah mengikutsertakannya ke banyak kegiatan, seperti les ini dan itu atau beragam ekstrakurikuler ketika ia di bangku sekolah.

Sebenarnya boleh-boleh saja, namun Anda harus memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak berlebihan.

Banyak kegiatan memang membuat anak jadi aktif. Sayangnya, jika berlebihan anak akan menjadi kewalahan, kelelahan. Bukannya menjalankan semua jadwal, ia malah bisa jatuh sakit dan jadwal kegiatannya jadi berantakan.

5. Penuhi kebutuhan nutrisinya

Agar bisa mengikuti semua kegiatan yang telah dijadwalkan, anak tentu perlu energi. Untuk itulah Anda perlu memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi, di samping terus mengajari cara mengatur waktu.

Siapkan makanan yang sehat setiap hari, termasuk camilan. Makanan yang sehat tidak hanya menyediakan energi, tapi juga membantu anak untuk fokus dengan kegiatan yang dilakukan.

Dengan begitu, ia dapat menyelesaikan jadwal yang telah dibuatnya sendiri dengan lebih baik.

Baca Juga:

Leave a Comment